November 04, 2013

Pernikahan di Taman Disukai Pengantin karena Bisa Keluyuran



Friska Rusmawaty (24) sudah mantap memilih tema pesta pernikahan di ruang terbuka. Ada banyak alasannya mengapa karyawati yang berkantor di bilangan Sudirman ini memilih tema tersebut.
Atraksi Debus hingga Musik Pop Isi Liburan Lebaran di TMII

Selain tren, yang kelas pesta pernikahan di ruang terbuka biasanya menyisakan kesan yang mendalam. ”Lagian enggak kaku. Kita yang jadi pengantin bisa keluyuran,” katanya yang enam bulan lagi menyandang status nyonya.

Menggelar pesta pernikahan di ruang terbuka rata-rata banyak dipilih calon pasangan pengantin. Gaya pernikahan ini sifatnya semi formal. Beda sama pernikahan di gedung yang kaku di mana pengantinnya lebih banyak diam di atas panggung.
Sedangkan bila gaya pesta pernikahan di ruang terbuka, pengantin bisa bebas berbaur dengan tamu. Menyapa, bersenda gurau, sampai berfoto bersama di mana saja. Kemeriahan pesta hadir berbarengan dengan suasana akrab yang rileks dan santai.

Konsep pernikahan terbuka inilah yang disodorkan Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sales Manager Hotel Santika TMII M Ansar mengungkapkan wedding garden atau pesta pernikahan di ruang terbuka bisa digelar kapanpun, siang atau malam. ”Kami luncurkan Santika Wedding Easy Package yang mulai running Juni mendatang,” katanya.

Santika Wedding Easy Package memberi banyak kemudahan bagi calon mempelai. Mulai dari mempersiapkan kebutuhan pernikahan macam tempat resepsi, dekorasi, jamuan makan, kamar pengantin, entertainment, wedding cake, dokumentasi, mobil pengantin, hingga urusan honeymoon.

Dengan kemudahan itu, sambung Ansar, calon mempelai cukup mendiskusikan konsep pernikahan yang diinginkan. Santika TMII memberikan kesempatan kepada calon mempelai menentukan sendiri kebutuhannya. ”Selebihnya, biar kami yang mewujudkan,” ucapnya.

Santika tak berdiri sendiri. Jaringan hotel nasional ini menggandeng Ferry Management dan Roemah Djahit yang berpengalaman menangani pesta pernikahan. Ferry Management berperan dalam hal wedding organizer, sementara Roemah Djahit dalam urusan busana pengantin.

Weinalea Dirgandini dari Roemah Djahit menegaskan semua calon pengantin berhak tampil elegan dan menawan di hari pernikahan. Atas dasar itulah, dia bertanggung jawab agar mereka tampil sempurna di hari istimewa tersebut. ”Saya menggunakan bahan lokal agar bisa menekan harga,” katanya. Dia membuktikannya dengan membanderol busana pengantin kebaya di kisaran Rp 5 juta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar